Subscribe:

Sunday, May 20, 2012

"Best Friend" adalah...


Dia memang pernah berprasangka padamu pada awal kalian berjumpa, tapi segera menghapusnya karena merasa tidak adil karena dia belum mengenalmu seutuhnya.

Dia tahu cara mengakrabkan diri dengan dirimu yang merupakan orang baru, dia mentraktirmu semangkuk bakso di warung pinggir jalan (yang luar biasa saat itu sangat lezat bagimu), padahal dia sendiri lagi tidak punya banyak uang. Saling mentraktir memang cara pintas yang paling oke untuk mengakrabkan diri.

Dia selalu menyediakan telinga untuk mendengarmu, entah itu dukamu, sukamu, atau lelucon tidak lucumu. Terkadang dia memberikan pendapatnya untuk membuatmu ceria lagi, tapi di saat yang tepat dia bisa hanya menjadi pendengar saja - tidak memusingkan apakah penting untuk mengeluarkan pendapat pribadinya untuk membuatnya jauh lebih keren -. Padahal, masalah hidupnya bisa saja lebih rumit daripada masalahmu. Dan dia mampu menyimpat erat semua kisahmu.

Dia rela jadi muntahan emosimu, tapi dia juga mampu menjagamu agar tidak terjebak dalam  aneka kisah cinta konyol yang jika diteruskan pasti membuat hidupmu merana selamanya.

Dia mengajarkanmu banyak hal. Rasa bersyukur, Sikap Tangguh, Berbakti pada orang tua, Loyal terhadap persahabatan, cinta yang luar biasa pada ilmu, semangat belajar yang tidak pernah berhenti dan banyak lagi energi positif yang bisa kau pelajari darinya.

Dia adalah satu-satunya orang yang berani mengatakan semua kekuranganmu secara terang-terangan di hadapan hidungmu. Tanpa basa basi. Dan bertanggung jawab (bukan dalam lembaran kertas tanpa nama tentunya). Dan ternyata dia juga mampu melihat semua kelebihanmu dan membuatmu merasa percaya kalau kamu memang istimewa.

Dia tidak pernah mengubah sikapnya bahkan setelah kamu menikah dan memiliki anak.
Wah.
Banyak memang yang akan berprasangka, tapi tenanglah dia tetap menjaga dan menghormati privasimu dengan pasanganmu. Dia sangat tahu menempatkan diri. Dan itu akan membuatmu merasa bangga menjadi temannya.


Dialah satu-satunya teman yang datang membantumu saat kamu tergeletak kepayahan saat kamu harus bed-rest karena keguguran, membersihkan dapurmu, bahkan mengurusi pakaianmu. Tulus. Pekerjaan-pekerjaan itu memang agak sulit untuk diselesaikan oleh pasanganmu yang memang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di kantor.

Dia hadir untuk sesekali menemanimu saat kamu sedang sendirian di rumah, dengan kondisi hamil atau pun ketika kamu sudah memiliki anak dan saat itu pasanganmu sedang keluar kota. Tanpa mengeluh. Ikhlas.

Dia mencintai anakmu. Dia juga menjadikan anakmu sebagai sahabatnya (sambil berharap umur 11 tahun itu masih lama untuk dijelang). Menjaganya ketika kamu dan suamimu benar-benar ada urusan mendesak yang tidak bisa membawanya dalam sebuah acara. Membuatnya melompat kegirangan ketika mendengar deru motormu memasuki teras rumahmu, entah saat itu kamu membawa es krim kesukaannya atau tidak ketika kamu sedang bokek berat. Dan menjadi orang yang pertama berkunjung ketika kamu mengabarkan ke teman-temanmu bahwa anakmu sedang sakit.

Dia mengagumi caramu mendidik anakmu - yang membuatmu cukup percaya diri untuk meneruskannya di saat teman-temanmu yang lain justru mencemoohmu- dan mengakui bahwa dia belajar cukup banyak darimu tentang hal itu.

Hmmm....

Dia adalah orang yang kunjungan ke kulkasmu merupakan hal pertama yang dilakukannya ketika tiba di rumahmu dan tidak pernah sungkan untuk mengacak-acak dapurmu untuk membuat makanan kesukaannya (dan enggan membereskan semua kekacauan yang dihasilkan seelah itu).

Dia juga pernah memberikanmu kepercayaan untuk memegang aset miliknya dengan nominal yang cukup besar. Mempercayaimu seutuhnya kalau kamu tidak akan mengkhianatinya. Sebagaimana dia juga mempercayaimu untuk mengobrak-abrik koleksi buku pribadinya dan membawa pulang dalam jangka waktu peminjaman yang tidak terbatas.

Dia adalah orang yang akan selalu kamu hormati dalam setiap keputusan yang dia ambil, walaupun terkadang kamu tidak setuju dengan pilihannya. Kamu hanya merasa cukup satu kali saja untuk mengingatkannya. Kamu merasa yakin dia sangat bertanggungjawab dalam hidupnya.

Tapi,....

Karena Rasulullah pernah berkata, "cintailah insan yang kamu kasihi dengan sekedarnya", maka hingga saat ini kamu selalu menjaga agar hubunganmu itu senantiasa dalam bingkai kecintaan karena Allah. Tidak muluk-muluk dalam keterikatanmu dengan dirinya. Karena kamu sendiri tahu, bahwa syetan akan selalu mencari celah untuk merusakkan hubungan dari orang-orang yang saling mencinta karena Allah. Tidak tahu ke depannya akan jadi seperti apa persahabatanmu dengan dirinya, tetapi kamu tidak pernah berhenti berharap kalau Allah akan menguatkan dan mengekalkan cinta kalian agar berbuahkan payung-payung perlindungan di hari kiamat. Kelak.


"Best Friend" ku adalah......


*K A M U*

(Artikel oleh Yenny Panca Liana)

0 comments:

Post a Comment