Subscribe:

Monday, May 21, 2012

Sahabat Sejati


Sahabat Sejati...

Saat itu sekolah menengah, aku panik saat temanku tidak pulang-pulang ke rumah, aku tidak tahu di mana keberadaannya. Selepas maghrib ia belum juga pulang maka makin paniklah ibunya termasuk juga diriku, kemudian berbekal sepeda butut aku mencarinya. Tahukah teman bagaimana aku mencarimu? Kau pasti tak tahu bahwa saat itu aku terjatuh dari sepeda dan panggulku sakit sekali karena khawatir dengan dirimu yang tidak pulang tapi aku tidak bisa mengatakannya kepada mu bahwa “aku jatuh dari sepeda gara-gara mencarimu,lihat kaki dan panggulku” hingga hari ini karena kurasa tidak perlu kau tahu betapa kalimat itu tidak terlontarkan karena lega telah melihatmu berada di rumah…yang membuatmu menjadi seperti ini hanya karena patah hati….aduhhh!!!!

Saat engkau berada jauh di perantauan, diriku berusaha menjaga apa yang menjadi milikmu. Saat engkau akan pulang dari perantauan betapa gembiranya diriku,aku mempersiapkan segalanya agar engkau nyaman berisirahat di tempat tinggalmu. Lama berselang engkaupun menikah tapi teman aku tidak tahu sebaik apa aku dimatamu, sehingga engkau lebih percaya hal yang buruk tentangku dari pada percaya ketulusanku…dan aku pun menjauh..

Saat aku bertemu dengan engkau yang lain lagi, sahabat kecilku di sekolah menengah pertama, engkau adalah orang yang tidak memiliki apapun yang bisa engkau berikan. Akan tetapi kita selalu tulus berbagi. Aku sadar engkau adalah kepingan puzzle persahabatan yang hampir aku lupakan karena aku merasa dirimu berbeda denganku. Namun aku sangat tahu betapa besar ketulusanmu menjadi sahabatku dan hal itu akan selalu ku simpan dalam ingatanku…aku akan terus mencarimu…

Sunday, May 20, 2012

"Best Friend" adalah...


Dia memang pernah berprasangka padamu pada awal kalian berjumpa, tapi segera menghapusnya karena merasa tidak adil karena dia belum mengenalmu seutuhnya.

Dia tahu cara mengakrabkan diri dengan dirimu yang merupakan orang baru, dia mentraktirmu semangkuk bakso di warung pinggir jalan (yang luar biasa saat itu sangat lezat bagimu), padahal dia sendiri lagi tidak punya banyak uang. Saling mentraktir memang cara pintas yang paling oke untuk mengakrabkan diri.

Dia selalu menyediakan telinga untuk mendengarmu, entah itu dukamu, sukamu, atau lelucon tidak lucumu. Terkadang dia memberikan pendapatnya untuk membuatmu ceria lagi, tapi di saat yang tepat dia bisa hanya menjadi pendengar saja - tidak memusingkan apakah penting untuk mengeluarkan pendapat pribadinya untuk membuatnya jauh lebih keren -. Padahal, masalah hidupnya bisa saja lebih rumit daripada masalahmu. Dan dia mampu menyimpat erat semua kisahmu.

Dia rela jadi muntahan emosimu, tapi dia juga mampu menjagamu agar tidak terjebak dalam  aneka kisah cinta konyol yang jika diteruskan pasti membuat hidupmu merana selamanya.

Dia mengajarkanmu banyak hal. Rasa bersyukur, Sikap Tangguh, Berbakti pada orang tua, Loyal terhadap persahabatan, cinta yang luar biasa pada ilmu, semangat belajar yang tidak pernah berhenti dan banyak lagi energi positif yang bisa kau pelajari darinya.

Dia adalah satu-satunya orang yang berani mengatakan semua kekuranganmu secara terang-terangan di hadapan hidungmu. Tanpa basa basi. Dan bertanggung jawab (bukan dalam lembaran kertas tanpa nama tentunya). Dan ternyata dia juga mampu melihat semua kelebihanmu dan membuatmu merasa percaya kalau kamu memang istimewa.

Dia tidak pernah mengubah sikapnya bahkan setelah kamu menikah dan memiliki anak.
Wah.
Banyak memang yang akan berprasangka, tapi tenanglah dia tetap menjaga dan menghormati privasimu dengan pasanganmu. Dia sangat tahu menempatkan diri. Dan itu akan membuatmu merasa bangga menjadi temannya.

Surat Untuk Sahabat


Saudaraku,……
Maha Suci Allah yang telah menganugerahkan kita cinta dan kasih sayang-Nya. Tak sepantasnya bila kita bersyukur kepada selain Dia, Yang Maha Kuasa, Maha Memberi, Maha Pengampun dan Penerima Taubat. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada qudwah hasanah kita Rasulullah saw, karenanyalah kita bisa menikmati hidup dalam naungan islam, keluarga, sahabat dan umatnya, semoga kita termasuk generasi yang meneruskan sunnah dan mendapat syafaatnya.

Saudaraku,……
Rasulullah saw bersabda: “Orang mukmin itu menjalin persahabatan dan mau dijalin; tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau dijalin. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain". Rasulullah saw juga bersabda : “Jalinan kasih sayang antara kaum muslimin ibarat satu tubuh. Bila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh lainnya akan merasakan hal yang sama."(HR Bukhari-Muslim)

Saudaraku,……
Bersaudara adalah nikmat besar dari-Nya. “…maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadikan kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; …” (QS 3:103). Seorang mukmin adalah cermin bagi sesama muslim, apabila melihat aib padanya, ia segera memperbaikinya. (HR.Bukhari). “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kamu supaya kamu mendapat rahmat.”(QS. 49:10). Dan dengan bersaudara, kita akan mendapat cinta dan kasih-Nya. “Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia, tidak akan dikasihi oleh Allah. Sayangilah yang ada di bumi, niscaya engkau akan disayang oleh yang di langit”.

Monday, May 7, 2012

Mahkota Cahaya

Hari-hari menanti Mayya lahir
Semakin terpesona oleh damba
Semoga bisa melihatmu lahir dan tumbuh dengan sehat dan sempurna, nak…
Semoga selalu bisa memandang senyummu                                                           
Semoga kau bisa menjadi qurrata’ayyun bagi mama dan ayah untuk selamanya
Semoga kita bertiga bisa bergandengan tangan bersama menyusuri pasir pantai
Semoga kau beranjak besar dengan penuh cinta pada penghuni semesta
Semoga kau memiliki semangat berbagi dan kasih sayang terhadap sesama
Semoga kau menjadi anak yang cerdas, ceria dan senantiasa bersemangat menjalani hidup
Semoga kau menjadi perempuan yang shalihah, qonita dan hafidzah
Kabulkanlah ya Allah..
Amiin..

Ini adalah tulisan lama yang tersimpan dalam arsip di laptop saya. Kalau dilihat tanggal pembuatan yang tertera adalah 26 Juni 2009. Cukup lama dan entah ada angin apa tiba-tiba saya ingin membaca ulang tulisan-tulisan lama, khususnya di file yang berisi puisi singkat ini.

Mungkin karena selepas maghrib tadi, saya menangis. Terharu.

Mayya belajar perlahan mengeja huruf-huruf hijjaiyyah yang ada dalam Iqronya. Sungguh, saya bukan tipikal ibu yang terobsesi anaknya mengalami percepatan yang luar biasa dalam fase awal usianya. Mayya meminta ikut mengaji setelah beberapa lama melihat dua orang anak tetangga yang belajar mengaji ke rumah selepas sholat maghrib. Sekecil itu, dia sudah sangat bersemangat mempelajari huruf-huruf dari sebuah kitab yang kelak akan menjadi bekal hidupnya. Duh, buat seorang ibu seperti saya, hanyalah rasa syukur yang kian bertambah di dalam dada. Harapannya tidak hanya saat ini saja dia memiliki kecendrungan yang baik dalam mempelajari Al Qur’an, tapi hingga masa dia dewasa dan bahkan di masa kami sebagai orang tua sudah tidak lagi mengiringi jejak kehidupannya. Doa anak yang sholih tak terputus sampai kapan pun bukan? Dan sesekali Mayya pernah membisikkan sesuatu ke saya, “Mama… Mayya mau kasih mahkota dari cahaya untuk mama dan ayah di surga kelak.”

Memang, saya pernah bilang ke Mayya, kalau seorang hafidzhoh (penghapal Al Qur’an) itu bisa memberikan mahkota dari cahaya untuk orang tuanya di syurga. Tapi, tidak menyangka jika pernyataan yang sebenarnya cukup rumit di cerna oleh anak seusia dia, mampu diucapkan kembali dengan makna yang tepat. Kita memang tidak punya kemampuan memastikan masa depan, tapi hanya dengan doa sajalah, saya menyerahkan kepada Allah, agar Allah tetep berkenan menjaga kehanifan seorang Mayya selamanya. Dan semoga saja impian Mayya untuk mempersembahkan Mahkota Cahaya untuk orang tuanya bisa terkabulkan. Amiin ya Robb.

(artikel oleh Yenny Panca Liana)

Aku Hanya Seonggok Amaryllis


Ya, aku hanya seonggok amaryllis. Nenek Siti menanam benihku beberapa tahun yang lalu. Dengan sukacita dan hati berbinar-binar nenek Siti menggemburkan tanah, menanam biji lalu menyiraminya meskpuni punggungnya sudah membungkuk.

"Ini demi harga diri sebuah tanaman", ujar nenek Siti saat itu.

Nenek Siti adalah pecinta tanaman. Di kebunnya tumbuh berbagai macam pohon, tanaman bunga dan tanaman menjalar. Pohon-pohon itu misalnya pohon kenanga, pohon belimbing, pohon rambutan, pohon mangga. Untuk tumbuhan menjalar ada melon dan semangka. Sedangkan untuk jenis tanaman bunga ada mawar, melati, anggrek, dan tentu saja diriku sendiri Amaryllis.

Setiap hari nenek Siti menyiramiku aku dan kawan-kawanku, seminggu sekali kami diberi air beras, dan sebulan sekali kami diberi pupuk. Bahagia rasanya mendapatkan makanan dari nenek Siti.

Namun saat ini nenek Siti sudah tiada. Teman-temanku sesama bunga sudah mati sejak beberapa bulan yang lalu karena tidak tahan dengan cuaca. Sedangkan aku, Amaryllis, hingga saat ini masih hidup. Konon itu karena tubuhku kuat di tempat dan cuaca apapun. Kematian nenek Siti tidak menghancurklan hidupku.

(Pembukaan)

(artikel oleh Puteri Amirillis)

Make That Change!


Perkembangan musik di negeri tercinta membuat saya geleng-geleng kepala sambil ucap-ucap istighfar dalam hati. Gimana nggak, aurat diumbar, hot pants dimana-mana.. Yah, fenomena girlband ini bener-bener menyita perhatian saya. Di lain sisi, saya juga melihat jejeritan para ABG putri saat melihat idolanya, the boyband manggung. Yang baru-barunya nih, para remaja sibuk sekali berkorban rupiah yang tidak sedikit dan jiwa jaga untuk berburu tiket konsernya boyband Korea. Fiuhh.. masa-masa ABG memang masa lagi labil-labilnya. Dan kalau gak bisa mengarahkan dengan baik, bisa bahaya buat perkembangan mereka sendiri kedepannya.

Satu lagi yang bikin saya lebih miris. Ada boyband cilik lokal juga lho yang lagi trend. Haha.. bukannya saya pengamat boy-girlband ya. Tapi ini memang pas lagi liat aja. Entah apa nama boyband cilik itu, tapi mereka menyanyikan sebuah lagu yang isinya tentang jatuh cinta dan cinta pertama. Idiihhhh...ini krucil-krucil yang umurnya 10 tahunan kok sudah kenal cinta?? #tepokjidad#

Bener-bener deh, para mommy dan daddy harus bekerja keras untuk menguatkan putra-putrinya dari efek-efek negatif trend yang sedang berkembang ini. Kita tidak bisa mencegah semua itu dikenal oleh anak kita. Tapi jika anak-anak kita sudah kuat pribadinya, ngerti mana yang bisa ia contoh dan mana yang tidak boleh dicontoh, insya Allah mereka survive dari itu semua. Semoga kelak saya bisa memberikan tauladan dan pendidikan yang baik bagi anak-anak saya. Amin ;)

Liburan ke Pulau Tidung (bagian 2)

Sore..Tidung!

Pulang snorkeling kami beristirahat lagi di penginapan. Badan saya masih agak gak enak untuk diajak bermain lagi menikmati pulau. Jadi saya menyita waktu 1 jam untuk tidur dulu. Setelah badan agak fit, sorenya kami bermain sepeda menuju salah satu objek wisata yang paling terkenal di pulau ini yaitu Jembatan Cinta.
Saya terpaksa dibonceng adik karena jumlah sepeda yang terbatas. Kami menyusuri jalanan menuju jembatan sambil merasakan semilir angin pantai yang lumayan bikin menggigil. Saya juga harus menahan pegelnya kaki sebagai yang dibonceng.
Sampai di areal jembatan, sudah banyak orang yang menikmati keindahan sore dengan bermain air dan berfoto-foto. Kami memarkir sepeda lalu berjalan-jalan sebentar di sekitar pantai. Setelah puas melihat-lihat pemandangan, kami berfoto-foto trus menikmati jagung bakar dan es kelapa muda. Slurphhh.. Satu buah jagung bakar harganya Rp8.000,00. Es kelapa satu buah harganya juga sekitar Rp8.000,00
Sudah kenyang dan langit sudah mulai gelap menjelang maghrib..alhamdulillah, mari bersepeda lagi menuju penginapan.

Barbeque?!?!
Salah satu agenda di tur adalah barbeque-an dipinggir pantai. Hmmm...ini nih yang saya tunggu-tunggu. Saya bahkan sudah bilang ke teman-teman kalau saya akan memilih cumi bakar sebagai menu barbeque-an malam itu. Haha.. :D
Lama menunggu, setengah mengantuk jam 21.00 kami pergi menuju lokasi acara. Jrenggggg!!! Krik-krik.. -_- ternyata menunya udah duluan dibakarin oleh guide tur kami dan teman-temannya. Menunya tau gak apa? Ikan-ikan laut seukuran ikan gembong. Haha.. Entah itu ikan apa aja namanya.. Teman-teman sepertinya gak selera setelah melihat yang disajikan. Hanya beberapa orang saja yang mau mencicipi ikan bakar tersebut. Saya sendiri sebenarnya agak kecewa karena dalam bayangan saya barbeque-an mah bukan gini. Heuheu.. Tapi tetap saja saya menikmati menu itu biar gak tambah ngenesss..xixi..
Kami lalu berfoto-foto dengan penerangan seadanya di pinggir pantai itu. Dan tak lama kami memutuskan untuk menghabiskan malam pergantian tahun itu dengan beristirahat saja di penginapan. Sembari mempersiapkan diri untuk aktivitas keesokan harinya. Hehe..

The Island
Sedikit saya bercerita tentang bentuk pulau ini dan isinya..
Bagaimana sih bentuk Pulau Tidung? Well.. pulau ini sangat kecil. Berdasarkan hasil wawancara saya dengan penduduk, di pulau ini tidak ada pasarnya. Penduduk sekitar membeli bahan makanan dari agen-agen. Jadi, mereka tidak perlu tiap hari menyeberang ke Jakarta untuk berbelanja.
Pulau Tidung terbagi dua, besar dan kecil. Perkampungan ada di pulau yang besar. Sementara pulau kecil, yang saya tahu, hanya ada pepehonan dengan luas area yang kecil banget. Dua pulau tersebut dihubungkan oleh jembatan yang cukup panjang. Ada sekitar 1km panjangnya.
Bagaimana dengan kendaraan? Saya hampir tidak melihatnya adanya mobil roda 4 di pulau ini. Jalan-jalan di pulau ini memang sangat kecil dan lebarnya mungkin hanya sekitar 1,5meter. Kendaraan yang banyak digunakan penduduk adalah sepeda manual. Sepeda ini banyak sekali terlihat di rumah-rumah penduduk. Sepertinya sepeda-sepeda tersebut memang menjadi salah satu fasilitas bagi para tamu penginapan. Selain sepeda, juga ada betor alias becak-motor. Betor ini cukup untuk membawa 3 orang penumpang. Dua orang dibagian depan dan 1 orang dibagian belakang, dibonceng oleh pengendara. Sayang sekali saya tidak sempat mengambil fotonya..
Sebagian besar penduduk pulau sepertinya beragama Islam. Soalnya, saya tidak menemukan tempat ibadah lain kecuali masjid. Jumlah masjid di pulau ini cukup banyak. Kurang dari 0,5 km, saya menemukan 3 buah masjid. Salah satu masjid yang saya gunakan untuk melaksanakan sholat berjama'ah adalah masjid besar yang berada di dekat penginapan. Masjid ini masih dalam tahap renovasi.
Satu yang aku kagumi dari pulau ini adalah banyaknya neon box dengan tulisan Asma'ul Husna. Ini gambarnya...

Morning.. Tidung!
Hari pertama di tahun yang baru. Kegiatan yang pertama kali dilakukan adalah... sholat subuh di masjid :D Setelah matahari sedikit naik, menunggu guide yang tak kunjung datang, akhirnya saya dengan adik dan teman pergi bersepeda menuju jembatan cinta. Alhamdulillah kali ini ada 3 sepeda. Jadinya pas deh satu-satu :)
Meski masih pagi tapi sudah banyak orang yang lalu-lalang dengan sepedanya menikmati dinginnya pagi dan hembusan angin yang cukup kencang. Seperti kemarin sore, sesampainya kami di areal pantai dekat jembatan cinta, kami memarkirkan sepeda di areal parkiran. Kali ini kami bertiga ingin menelusuri jembatan cinta sampai menyeberang ke Pulau Tidung yang kecil.


Di sepanjang jembatan cinta, kita bisa melihat terumbu karang dengan melihat menembus air laut yang bening. Di ujung jembatan, kami sampai ke Pulau Tidung kecil. Hanya ada warung kecil semak-semak, serta sedikit pepohonan disana.
Oiya, ada satu bagian dari jembatan cinta yang agak tinggi. Seperti gerbang untuk lewat perahu-perahu dibawahnya. Sayang, jembatan cinta ini kurang terawat. Kayu-kayunya sudah banyak yang tidak layak dan terlihat kurang kuat. Teman saya saja sempat agak ragu meneruskan perjalanan di sepanjang jembatan gara-gara ragu sama kekuatan kayunya. Selain itu, ada tangga yang sudah keropos. Wah, harusnya objek pariwisata ini bisa dikelola lebih baik lagi.
Seusai puas menikmati pantai dan jembatannya, kami kembali ke penginapan. Guide sudah menyiapkan tiket pulang kami dengan menggunakan kapal feri cepat. Tiketnya memang lebih mahal daripada kapal yang kami gunakan untuk berangkat. Tapi dengan kapal ini, perjalanan jadi hanya sekitar 2 jam dan tidak perlu merasakan mabok-mabok terhuyung-huyung ombak laut. Haha.. Meski begitu, berkaca pada pengalaman sebelumnya, saya tetap menelan 1 pil antimo biar gak mabuk. Alhamdulillah, saya sampai di muara angke dengan aman karena sepanjang perjalanan pulas tidur terkena efek antimo :D
Petualangan wisata kali cukup seru, menyenangkan, sekaligus menegangkan (efek mabok laut). Kapan-kapan ingin sekali bisa bertualang lagi. Mungkin ke Belitung atau main rafting ya.. ;) hmmm…

Sunday, April 29, 2012

RINDU


Bodhi, RINDU…

Rindu ini tak terjelaskan Bodh. Dia tidak beraga, hanya arwahnya yang bergentayangan, itupun abstrak, hingga dia benar-benar tak terjelaskan.

RINDU Bodhi… RINDU.

Percayalah padaku tentang ini Bodh. Walaupun kau lihat aku masih menyeringai lebar di tengah masa, walaupun kau lihat tidurku nyenyak. Mungkin aku bukan papan wajah yang baik, mungkin aku penyembunyi hati yang baik. Tapi RINDU Bodh, rindu itu ada di setiap sel tubuhku.

Rasa… ini tentang rasa Bodh. Rasa adalah mantera penyembuh sekaligus mantera jahat yang memanusiakan. Maka pertanyaan Dee itu seharusnya terjawab, “Adakah anak bernama Bodhi, yang mencuci setengah tubuhnya cuma untuk bercerita, bersila sempurna dengan tasbih kayu di tangan kiri, adalah manusia?”.

Dan ini adalah RINDU. Rasa saat kau ingin shifu ada di dekatmu, rasa saat bayangan Star mencuri sekian detik denyut jantungmu. Rasa saat raga tak bersisian. Tapi Dee pun kali ini benar, “Kita memang tak pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu itu tiba di depan mata. Kita tak pernah menyadari ketidaklengkapan hingga bersua dengan kepingan diri yang tersesat dalam ruang waktu”.

Huh… lihatlah Bodhi. RINDU ini semakin menjadi-jadi menghisap kewarasanku. Ya, dia ada di ambang ketidakjelasan yang nyata-nyata ada,,, bukankah ini gila Bodh? Bukankah gila ketika sesuatu yang lenyap tiba-tiba muncul dan menghisap jiwamu untuk merangkulnya? Bukankah gila sesuatu yang sudah terlalu biasa tiba-tiba berdiri tegak dan menghardikmu untuk berlutut di hadapannya dan kau pun mengiyakan?

Friday, April 20, 2012

Wisata Pulau Tidung (bagian 1)

Persiapan

Akhir tahun 2011, ada tawaran dari teman-teman kantor untuk memanfaatkan liburan tahun baru dengan bertualang ke Pulau Tidung. Setelah memperkirakan bahwa pada tahun baru itu kegiatan perkuliahan telah berakhir, akhirnya saya memutuskan untuk ikut bergabung. Biaya paket perjalanan Rp320.000,00. Biaya tersebut termasuk naik kapal feri Jkt-Tidung PP, penginapan, makan hari-hari, untuk tur Tidung 2 hari 1 malam.

Tanggal 31 Desember 2011 jam 05.30 saya, adik, beserta beberapa teman-teman rombongan sudah bersiap di Pelabuhan Muara Angke. Jarak tempuh yang cukup jauh dari kosan adik saya di daerah Gondangdia ke Angke ini menyebabkan kami harus pergi pagi-pagi sekali setelah subuh agar tidak ketinggalan rombongan. Ongkosnya pakai taksi Bl*e B*rd sekitar Rp80.000,00.

Setelah bertemu dengan 11 orang lainnya anggota rombongan, kami diajak guide tur untuk menaiki kapal yang akan membawa kami menuju Pulau Tidung. Kami melewati beberapa kapal untuk menuju kapal yang kami akan gunakan. Seru banget lho melompat-lompat dari kapal satu ke kapal lainnya..hehe.. Kapal yang kami tumpangi tidaklah besar. Lebarnya sekitar 2,5 meter dan panjang mungkin 12 meter.

Diatas kapal, dilatarbelakangi busur pelangi setelah hujan


Menurut referensi hasil googling yang saya baca, perjalanan menuju Tidung memerlukan waktu 3 jam. Saya dulu pernah naik kapal yang lebih kecil selama 3 jam dari Tarakan ke Nunukan, dengan hantaman ombak dan panas matahari yang cukup terik. Dengan adanya pengalaman tersebut, saya tidak merasakan kekhawatiran ketika menaiki kapal besar ini. Untuk itu saya mencari posisi duduk yang nyaman agar bisa melewati 3 jam tersebut dengan aman. Saya memilih duduk di lantai 2 kapal yang agak luar, agar bisa merasakan angin segar ketimbang duduk dibawah atau diposisi tengah kapal karena takut berdesak-desakan dengan penumpang lain. Oiya, waktu itu cuaca agak mendung. Hujan memang sudah mengguyur Jakarta sejak subuh.


Fakta Ibnu Sina "Famous" Inspiring People

Bismillahirrahmaanirrahim..

FAKTA IBNU SINA " FAMOUS" INSPIRING PEOPLE

“Dokter yang tidak peduli adalah asisten terbaik sang maut” (Ibnu Sina)

Ibnu Sina, memiliki nama panjang Abu Ali Husain ibn Abdullah ibn Sina (sering dilatinkan jadi Avicenna di Barat). Karena besarnya kontribusinya terhadap dunia kedokteran lewat masterpiece-nya, Canon of Medicine, ia dijuluki “Bapak Kedokteran”. Bahkan kalau Anda membaca sendiri Canon of Medicine, Anda akan terkejut betapa banyaknya penyakit modern yang telah dibahas oleh Ibnu Sina beserta metode pengobatannya.

Sepanjang hidupnya, Ibnu Sina telah menulis lebih dari 450 buku dan jurnal. Termometer, aromaterapi, rumah sakit jiwa, dan destilasi uap, adalah beberapa temuan Ibnu Sina yang terpakai hingga sekarang. Tidak seperti kebanyakan ilmuwan sekarang yang fokus ke satu-dua bidang, karya-karya Ibnu Sina mengcover banyak sekali bidang termasuk kimia, fisika, kedokteran, filsafat, sastra, theologi, psikologi, astronomi, geologi, musik, politik, dan engineering.

Kalau Anda mau, Canon of Medicine sudah banyak terjemahannya dalam bahasa Inggris, baik full maupun per chapter. Tapi banyak juga fakta-fakta unik Ibnu Sina dari yang umum hingga yang mungkin jarang diketahui orang lain….

1) Ibnu Sina telah hafal Qur’an di usia 7 tahun. Ia juga telah memahami metafisika dan semua filsafat Aristoteles di umur 8 tahun (kalo di kita sekitar kelas 3 SD…). Di usia ini ia telah berinisiatif sendiri membeli buku tafsir metafisika Aristoteles karya Al-Farabi seharga 3 dirham. Buku itu sangat mempengaruhi hidupnya.

2) Ibnu Sina telah membahas kanker, tumor, diabetes, dan efek placebo pada masterpiece-nya Canon of Medicine. Ia sendiri telah membahas tentang bedah tumor. Teorinya tentang cara penularan TBC sempat ditolak di Barat selama ratusan tahun, namun pada akhirnya diterima kebenarannya setelah mikroskop ditemukan. Demikian pula tentang efek placebo, baru diterima kebenarannya di Barat pada tahun 1960-an. Ia juga telah menyatakan dalam Canon tentang manfaat olahraga untuk menjaga kesehatan.

3) Uji klinis, experimental medicine, uji efektivitas obat, risk factor analysis, adalah beberapa kontribusi Ibnu Sina di bidang farmakologi klinis. Sebelum uji klinis dan kaidah-kaidahnya ditemukan , sebenarnya pada masa Islam obat-obatan dicobakan pada hewan seperti kera, singa, tikus, dan kuda untuk melalui uji kelayakan beredar.

4) Ibnu Sina adalah pelopor psikofisiologi, psikosomatik, dan neuropsikiatri. Ketertarikan ini membuatnya menulis banyak jurnal tentang psikologi dan psikiatri, jauh sebelum Carl Jung dan Sigmund Freud. Beberapa penyakit yang ia bahas di antaranya meliputi halusinasi, insomnia, mania, dementia, dan vertigo.

5) Ibnu Sina sangat percaya bahwa pikiran manusia dapat mempengaruhi kondisi fisiknya. Ia bahkan pernah berpesan pada murid-muridnya, “jangan pernah katakan kepada pasien kalau penyakit mereka tidak bisa diobati. Karena sesungguhnya sugesti kalian juga adalah obat bagi pasien”.

6) Di bidang fisika, Ibnu Sina adalah penemu termometer dan ia selalu menggunakan alat itu di setiap penelitiannya untuk mengukur suhu udara sekitar.

7) Di bidang kimia, Ibnu Sina menemukan teknik destilasi uap untuk mengekstrak minyak atsiri dari herbal dan rempah-rempah. Ia juga menemukan referigerated coil untuk mengkondensasikan uap aromatik, yang merupakan terobosan dalam teknologi destilasi. Karena ini, Ibnu Sina dianggap sebagai pelopor aromaterapi. Salah satu buku kimianya yang paling berpengaruh adalah Liber Aboali Abincine de Anima in Arte Alchemiae.

8) Di bidang mekanika, Ibnu Sina telah menjelaskan teori momentum dan inersia. Dalam percobaannya mengenai penembakan proyektil, ia telah menjelaskan pengaruh gravitasi, gaya awal, dan gesekan proyektil terhadap udara. Teori ini kemudian menginspirasi hukum kedua Newton.

Sebaiknya, Kita Lebih Waspada dengan Lidah Kita

Ada yang tiba-tiba usil....
Lidah tak bertulang
Tapi hati ada darahnya....
Makanya hati-hati kalo bicara

Saya jadi ingat sebuah kisah favorit saya dengan judul Apel Tuan Peabody karangan Madonna, sebenarnya saya nggak terlalu suka dengan lagu-lagu penyanyi ini tapi ketika membaca bukunya saya suka. "Setiap hari Tuan Peabody, sepulang melatih anak-anak bermain baseball selalu singgah di sebuah toko buah lalu dengan santainya dia mengambil sebutir apel merah segar dan memasukkannya di dalam sakunya. Kejadian ini berlangsung setiap hari dan Tuan Peabody tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun pada si penjual buah.

Hmm... ternyata ada seorang anak yang melihat dan langsung berasumsi Tuan Peabody ini adalah seorang pencuri. Parahnya dia langsung bercerita ke teman-teman satu tim baseballnya dan otomatis akan bercerita ke orang tuanya. Para orang tua pun akan bercerita dengan hebohnya dengan setiap orang yang mereka temui.

Alhasil, setiap orang sekarang melihat sinis pada Tuan Peabody. Anak-anak pun tak ada yang mau diajari baseball oleh Tuan Peabody.

Hanya ada satu anak yang memberanikan diri untuk bertanya pada Tuan Peabody dan kemudian dia diajak menemui si penjual buah dan mendapatkan penjelasan bahwa bapak penjual buah akan mendapatkan uang pembelian apelnya pada hari sabtu ketika dia membeli susu segar dari Tuan Peabody. Anak itu tertegun dan berjanji akan menyampaikannya pada anak yang menyebarkan berita buruk tentang Tuan Peabody.

Akhirnya, anak yang menyebar gosip itu merasa sungguh menyesal akan ulahnya yang buruk dan dia memohon agar Tuan Peabody berkenan memaafkannya. Tuan Peabody hanya tersenyum dan mengajak anak itu pergi ke sebuah lapangan sambil membawa sebuah bantal bulu.