Subscribe:

Friday, April 20, 2012

Wisata Pulau Tidung (bagian 1)

Persiapan

Akhir tahun 2011, ada tawaran dari teman-teman kantor untuk memanfaatkan liburan tahun baru dengan bertualang ke Pulau Tidung. Setelah memperkirakan bahwa pada tahun baru itu kegiatan perkuliahan telah berakhir, akhirnya saya memutuskan untuk ikut bergabung. Biaya paket perjalanan Rp320.000,00. Biaya tersebut termasuk naik kapal feri Jkt-Tidung PP, penginapan, makan hari-hari, untuk tur Tidung 2 hari 1 malam.

Tanggal 31 Desember 2011 jam 05.30 saya, adik, beserta beberapa teman-teman rombongan sudah bersiap di Pelabuhan Muara Angke. Jarak tempuh yang cukup jauh dari kosan adik saya di daerah Gondangdia ke Angke ini menyebabkan kami harus pergi pagi-pagi sekali setelah subuh agar tidak ketinggalan rombongan. Ongkosnya pakai taksi Bl*e B*rd sekitar Rp80.000,00.

Setelah bertemu dengan 11 orang lainnya anggota rombongan, kami diajak guide tur untuk menaiki kapal yang akan membawa kami menuju Pulau Tidung. Kami melewati beberapa kapal untuk menuju kapal yang kami akan gunakan. Seru banget lho melompat-lompat dari kapal satu ke kapal lainnya..hehe.. Kapal yang kami tumpangi tidaklah besar. Lebarnya sekitar 2,5 meter dan panjang mungkin 12 meter.

Diatas kapal, dilatarbelakangi busur pelangi setelah hujan


Menurut referensi hasil googling yang saya baca, perjalanan menuju Tidung memerlukan waktu 3 jam. Saya dulu pernah naik kapal yang lebih kecil selama 3 jam dari Tarakan ke Nunukan, dengan hantaman ombak dan panas matahari yang cukup terik. Dengan adanya pengalaman tersebut, saya tidak merasakan kekhawatiran ketika menaiki kapal besar ini. Untuk itu saya mencari posisi duduk yang nyaman agar bisa melewati 3 jam tersebut dengan aman. Saya memilih duduk di lantai 2 kapal yang agak luar, agar bisa merasakan angin segar ketimbang duduk dibawah atau diposisi tengah kapal karena takut berdesak-desakan dengan penumpang lain. Oiya, waktu itu cuaca agak mendung. Hujan memang sudah mengguyur Jakarta sejak subuh.


Perjalanan Pergi

Jam 7 pagi kapal bergerak keluar dari pelabuhan. Beberapa orang di lantai dua memilih untuk berdiri di bagian belakang kapal dan menikmati angin plus air hujan gerimis sambil berfoto-foto. Beberapa diantara mereka bahkan ada yang tidak memakai jaket pelampung. Entah karena gak kebagian atau emang gak mau pakai. Padahal menurut saya jaket pelampung itu penting dipakai buat jaga-jaga kalau ada apa-apa dengan kapalnya.


 
Suasana di atas kapal, berdesak-desakan.

 Sebagian penumpang ada yang sedang berdiri diujung kapal sambil menikmati angin yang cukup kencang.


Menit demi menit berlalu. Bukannya tambah stabil, goyangan kapal malah tambah heboh. Haduh!! >.< Goyangannya juga ekstrem sampai orang-orang dipinggir harus berpegangan ke badan kapal agar tidak tergelincir ke arah kapal lainnya. Sudah mulai ada beberapa orang yang mengeluarkan isi perut dari mulutnya a.k.a muntah.Hiyaa.. Perut saya ternyata tidak bisa diajak kompromi. Rasa mual mulai memenuhi lambung dan saluran pencernaan. Sudah saya usahakan untuk jangan sampai muntah, tapi akhirnya gak bisa tertahan juga! Uppsss….. Keluarlah sudah makan malam serta sarapan saya. Fiuuhhh >.<

Alhamdulillah..setelah berjuang selama 3 jam melawan ombak dan rasa mual, jam 10.00 saya dan rombongan mendarat di Pulau Tidung. 


Mendarat di Pulau Tidung


Pintu Gerbang Masuk ke Pulau Tidung

Mendarat di tanah langsung disuguhi oleh gerombolan manusia yang punya misi sama seperti kami: liburan. Kami lalu berjalan kaki menuju tempat penginapan. Sebelumnya saya membayangkan penginapannya bakal satu kamar satu orang. Tapi kok murah banget ya dibandingkan harga yang kami bayar..?

Dan ternyata benar kekhawatiran saya, kami 8 perempuan dan 5 laki-laki ditempatkan hanya di 2 kamar. Jadi modelnya itu penginapan rumahan alias home stay. Rumah-rumah penduduk dijadikan penginapan bagi tamu yang berkunjung ke pulau Tidung. Rumah yang kami tempati juga ditinggali keluarga pemilik rumah. Merekalah yang mempersiapkan makan dan menjaga -barang-barang- kami selama kami menginap di rumah mereka. Kamar yang tim perempuan tempati terdiri dari 2 kasur ukuran king yang dihamparkan begitu saja diatas lantai. Fasilitas dalam kamar ada AC, televisi dan kamar mandi. Ukuran kamar kira-kira sekitar 3x4 meter.


Snorkeling

Kegiatan pertama setelah beristirahat di home stay adalah snorkeling. Kami ber-13 orang menaiki sebuah kapal kecil dengan perlengkapan snorkeling yang sudah disiapkan oleh guide. Dua lokasi kami hampiri untuk memuaskan rasa penasaran teman-teman tentang keindahan pemandangan bawah laut Pulau Tidung. Saya gak ikut snorkeling, cuma memantau dari atas kapal.

Lokasi pertama ternyata tidak begitu bagus. Pemandangan yang lebih lumayan bagus ada di lokasi kedua. Beberapa teman ada yang menyebarkan roti untuk menarik ikan-ikan agar mau berkumpul didekatnya. Tapi yang saya lihat dari atas kapal, ikannya gak banyak.. Karangnya juga kayaknya gak seheboh yang pernah saya liat di Bunaken, via TV. Hehe.. Tapi alhamdulillah lumayanlah rekreasi siang itu menemani para snorkeler :D
 
Suasana Diatas Kapal Snorkeling

Teman-Teman yang Asyik Snorkeling

Sekian untuk bagian pertama ini. Di bagian kedua nanti akan saya ceritakan tentang ada jalan-jalan di pantai dan jembatan cinta, juga asyiknya bersepeda menyusuri pulau :)


-ditulis oleh Vina Ayuningtyas-

0 comments:

Post a Comment