Monday, May 7, 2012
Aku Hanya Seonggok Amaryllis
Ya, aku hanya seonggok amaryllis. Nenek Siti menanam benihku beberapa tahun yang lalu. Dengan sukacita dan hati berbinar-binar nenek Siti menggemburkan tanah, menanam biji lalu menyiraminya meskpuni punggungnya sudah membungkuk.
"Ini demi harga diri sebuah tanaman", ujar nenek Siti saat itu.
Nenek Siti adalah pecinta tanaman. Di kebunnya tumbuh berbagai macam pohon, tanaman bunga dan tanaman menjalar. Pohon-pohon itu misalnya pohon kenanga, pohon belimbing, pohon rambutan, pohon mangga. Untuk tumbuhan menjalar ada melon dan semangka. Sedangkan untuk jenis tanaman bunga ada mawar, melati, anggrek, dan tentu saja diriku sendiri Amaryllis.
Setiap hari nenek Siti menyiramiku aku dan kawan-kawanku, seminggu sekali kami diberi air beras, dan sebulan sekali kami diberi pupuk. Bahagia rasanya mendapatkan makanan dari nenek Siti.
Namun saat ini nenek Siti sudah tiada. Teman-temanku sesama bunga sudah mati sejak beberapa bulan yang lalu karena tidak tahan dengan cuaca. Sedangkan aku, Amaryllis, hingga saat ini masih hidup. Konon itu karena tubuhku kuat di tempat dan cuaca apapun. Kematian nenek Siti tidak menghancurklan hidupku.
(Pembukaan)
(artikel oleh Puteri Amirillis)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 comments:
Post a Comment