Subscribe:

Arti Sahabat

Alhamdulillah Edisi ke 3 sudah bisa di publish. Kali ini temanya tentang Sahabat. Selamat membaca dan temukan arti sahabat bagimu dari dua artikel ini:

"Best Friend" adalah...
Surat Untuk Sahabat
Sahabat Sejati

Monday, May 21, 2012

Sahabat Sejati


Sahabat Sejati...

Saat itu sekolah menengah, aku panik saat temanku tidak pulang-pulang ke rumah, aku tidak tahu di mana keberadaannya. Selepas maghrib ia belum juga pulang maka makin paniklah ibunya termasuk juga diriku, kemudian berbekal sepeda butut aku mencarinya. Tahukah teman bagaimana aku mencarimu? Kau pasti tak tahu bahwa saat itu aku terjatuh dari sepeda dan panggulku sakit sekali karena khawatir dengan dirimu yang tidak pulang tapi aku tidak bisa mengatakannya kepada mu bahwa “aku jatuh dari sepeda gara-gara mencarimu,lihat kaki dan panggulku” hingga hari ini karena kurasa tidak perlu kau tahu betapa kalimat itu tidak terlontarkan karena lega telah melihatmu berada di rumah…yang membuatmu menjadi seperti ini hanya karena patah hati….aduhhh!!!!

Saat engkau berada jauh di perantauan, diriku berusaha menjaga apa yang menjadi milikmu. Saat engkau akan pulang dari perantauan betapa gembiranya diriku,aku mempersiapkan segalanya agar engkau nyaman berisirahat di tempat tinggalmu. Lama berselang engkaupun menikah tapi teman aku tidak tahu sebaik apa aku dimatamu, sehingga engkau lebih percaya hal yang buruk tentangku dari pada percaya ketulusanku…dan aku pun menjauh..

Saat aku bertemu dengan engkau yang lain lagi, sahabat kecilku di sekolah menengah pertama, engkau adalah orang yang tidak memiliki apapun yang bisa engkau berikan. Akan tetapi kita selalu tulus berbagi. Aku sadar engkau adalah kepingan puzzle persahabatan yang hampir aku lupakan karena aku merasa dirimu berbeda denganku. Namun aku sangat tahu betapa besar ketulusanmu menjadi sahabatku dan hal itu akan selalu ku simpan dalam ingatanku…aku akan terus mencarimu…

Sunday, May 20, 2012

"Best Friend" adalah...


Dia memang pernah berprasangka padamu pada awal kalian berjumpa, tapi segera menghapusnya karena merasa tidak adil karena dia belum mengenalmu seutuhnya.

Dia tahu cara mengakrabkan diri dengan dirimu yang merupakan orang baru, dia mentraktirmu semangkuk bakso di warung pinggir jalan (yang luar biasa saat itu sangat lezat bagimu), padahal dia sendiri lagi tidak punya banyak uang. Saling mentraktir memang cara pintas yang paling oke untuk mengakrabkan diri.

Dia selalu menyediakan telinga untuk mendengarmu, entah itu dukamu, sukamu, atau lelucon tidak lucumu. Terkadang dia memberikan pendapatnya untuk membuatmu ceria lagi, tapi di saat yang tepat dia bisa hanya menjadi pendengar saja - tidak memusingkan apakah penting untuk mengeluarkan pendapat pribadinya untuk membuatnya jauh lebih keren -. Padahal, masalah hidupnya bisa saja lebih rumit daripada masalahmu. Dan dia mampu menyimpat erat semua kisahmu.

Dia rela jadi muntahan emosimu, tapi dia juga mampu menjagamu agar tidak terjebak dalam  aneka kisah cinta konyol yang jika diteruskan pasti membuat hidupmu merana selamanya.

Dia mengajarkanmu banyak hal. Rasa bersyukur, Sikap Tangguh, Berbakti pada orang tua, Loyal terhadap persahabatan, cinta yang luar biasa pada ilmu, semangat belajar yang tidak pernah berhenti dan banyak lagi energi positif yang bisa kau pelajari darinya.

Dia adalah satu-satunya orang yang berani mengatakan semua kekuranganmu secara terang-terangan di hadapan hidungmu. Tanpa basa basi. Dan bertanggung jawab (bukan dalam lembaran kertas tanpa nama tentunya). Dan ternyata dia juga mampu melihat semua kelebihanmu dan membuatmu merasa percaya kalau kamu memang istimewa.

Dia tidak pernah mengubah sikapnya bahkan setelah kamu menikah dan memiliki anak.
Wah.
Banyak memang yang akan berprasangka, tapi tenanglah dia tetap menjaga dan menghormati privasimu dengan pasanganmu. Dia sangat tahu menempatkan diri. Dan itu akan membuatmu merasa bangga menjadi temannya.

Surat Untuk Sahabat


Saudaraku,……
Maha Suci Allah yang telah menganugerahkan kita cinta dan kasih sayang-Nya. Tak sepantasnya bila kita bersyukur kepada selain Dia, Yang Maha Kuasa, Maha Memberi, Maha Pengampun dan Penerima Taubat. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada qudwah hasanah kita Rasulullah saw, karenanyalah kita bisa menikmati hidup dalam naungan islam, keluarga, sahabat dan umatnya, semoga kita termasuk generasi yang meneruskan sunnah dan mendapat syafaatnya.

Saudaraku,……
Rasulullah saw bersabda: “Orang mukmin itu menjalin persahabatan dan mau dijalin; tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau dijalin. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain". Rasulullah saw juga bersabda : “Jalinan kasih sayang antara kaum muslimin ibarat satu tubuh. Bila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh lainnya akan merasakan hal yang sama."(HR Bukhari-Muslim)

Saudaraku,……
Bersaudara adalah nikmat besar dari-Nya. “…maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadikan kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; …” (QS 3:103). Seorang mukmin adalah cermin bagi sesama muslim, apabila melihat aib padanya, ia segera memperbaikinya. (HR.Bukhari). “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kamu supaya kamu mendapat rahmat.”(QS. 49:10). Dan dengan bersaudara, kita akan mendapat cinta dan kasih-Nya. “Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia, tidak akan dikasihi oleh Allah. Sayangilah yang ada di bumi, niscaya engkau akan disayang oleh yang di langit”.

Monday, May 7, 2012

Mahkota Cahaya

Hari-hari menanti Mayya lahir
Semakin terpesona oleh damba
Semoga bisa melihatmu lahir dan tumbuh dengan sehat dan sempurna, nak…
Semoga selalu bisa memandang senyummu                                                           
Semoga kau bisa menjadi qurrata’ayyun bagi mama dan ayah untuk selamanya
Semoga kita bertiga bisa bergandengan tangan bersama menyusuri pasir pantai
Semoga kau beranjak besar dengan penuh cinta pada penghuni semesta
Semoga kau memiliki semangat berbagi dan kasih sayang terhadap sesama
Semoga kau menjadi anak yang cerdas, ceria dan senantiasa bersemangat menjalani hidup
Semoga kau menjadi perempuan yang shalihah, qonita dan hafidzah
Kabulkanlah ya Allah..
Amiin..

Ini adalah tulisan lama yang tersimpan dalam arsip di laptop saya. Kalau dilihat tanggal pembuatan yang tertera adalah 26 Juni 2009. Cukup lama dan entah ada angin apa tiba-tiba saya ingin membaca ulang tulisan-tulisan lama, khususnya di file yang berisi puisi singkat ini.

Mungkin karena selepas maghrib tadi, saya menangis. Terharu.

Mayya belajar perlahan mengeja huruf-huruf hijjaiyyah yang ada dalam Iqronya. Sungguh, saya bukan tipikal ibu yang terobsesi anaknya mengalami percepatan yang luar biasa dalam fase awal usianya. Mayya meminta ikut mengaji setelah beberapa lama melihat dua orang anak tetangga yang belajar mengaji ke rumah selepas sholat maghrib. Sekecil itu, dia sudah sangat bersemangat mempelajari huruf-huruf dari sebuah kitab yang kelak akan menjadi bekal hidupnya. Duh, buat seorang ibu seperti saya, hanyalah rasa syukur yang kian bertambah di dalam dada. Harapannya tidak hanya saat ini saja dia memiliki kecendrungan yang baik dalam mempelajari Al Qur’an, tapi hingga masa dia dewasa dan bahkan di masa kami sebagai orang tua sudah tidak lagi mengiringi jejak kehidupannya. Doa anak yang sholih tak terputus sampai kapan pun bukan? Dan sesekali Mayya pernah membisikkan sesuatu ke saya, “Mama… Mayya mau kasih mahkota dari cahaya untuk mama dan ayah di surga kelak.”

Memang, saya pernah bilang ke Mayya, kalau seorang hafidzhoh (penghapal Al Qur’an) itu bisa memberikan mahkota dari cahaya untuk orang tuanya di syurga. Tapi, tidak menyangka jika pernyataan yang sebenarnya cukup rumit di cerna oleh anak seusia dia, mampu diucapkan kembali dengan makna yang tepat. Kita memang tidak punya kemampuan memastikan masa depan, tapi hanya dengan doa sajalah, saya menyerahkan kepada Allah, agar Allah tetep berkenan menjaga kehanifan seorang Mayya selamanya. Dan semoga saja impian Mayya untuk mempersembahkan Mahkota Cahaya untuk orang tuanya bisa terkabulkan. Amiin ya Robb.

(artikel oleh Yenny Panca Liana)

Aku Hanya Seonggok Amaryllis


Ya, aku hanya seonggok amaryllis. Nenek Siti menanam benihku beberapa tahun yang lalu. Dengan sukacita dan hati berbinar-binar nenek Siti menggemburkan tanah, menanam biji lalu menyiraminya meskpuni punggungnya sudah membungkuk.

"Ini demi harga diri sebuah tanaman", ujar nenek Siti saat itu.

Nenek Siti adalah pecinta tanaman. Di kebunnya tumbuh berbagai macam pohon, tanaman bunga dan tanaman menjalar. Pohon-pohon itu misalnya pohon kenanga, pohon belimbing, pohon rambutan, pohon mangga. Untuk tumbuhan menjalar ada melon dan semangka. Sedangkan untuk jenis tanaman bunga ada mawar, melati, anggrek, dan tentu saja diriku sendiri Amaryllis.

Setiap hari nenek Siti menyiramiku aku dan kawan-kawanku, seminggu sekali kami diberi air beras, dan sebulan sekali kami diberi pupuk. Bahagia rasanya mendapatkan makanan dari nenek Siti.

Namun saat ini nenek Siti sudah tiada. Teman-temanku sesama bunga sudah mati sejak beberapa bulan yang lalu karena tidak tahan dengan cuaca. Sedangkan aku, Amaryllis, hingga saat ini masih hidup. Konon itu karena tubuhku kuat di tempat dan cuaca apapun. Kematian nenek Siti tidak menghancurklan hidupku.

(Pembukaan)

(artikel oleh Puteri Amirillis)